Dari e sampai i-education

25 Dec

Apakah e-education?

Judul diatas diambil dari salah satu sub topic dalam buku e-education, topik ini mengelitik hati saya setelah percakapan yang cukup serius dengan teman dan untuk lebih menyakinkan pemahaman diri apakah sebenarnya e-education; saya ingin berbagi sedikit dari hasil penelusuran saya.

Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM dalam bukunya e-education konsep, teknologi dan aplikasi Internet pendidikan, 2002; e-education merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik, seperti radio dan televisi. Dapat dijabarkan bahwa pendidikan yang menggunakan fasilitas elektronik sudah dapat disebut sebagai e-education. Sedangkan e-learning adalah pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika (Model-model E-Learning; UPN Yogyakarta; 2008).

Hal ini telah dicontohkan pada pendidikan dasar yang dilakukan di Amerika dan negara maju lainnya yang telah lebih lama mengenal sistem elektronik; diketahui bersama bahwa ada hari wajib menonton film bersama yang awalnya film mereka direkam dalam pita besar dan seiring perkembangan jaman mereka mengunakan DVD movie, dan tetap mereka menontonnya untuk program belajar yang telah ditentukan tujuan dan hasil yang ingin dicapai setelahnya.

Kalau ada yang menganggap e-education harus dengan KOMPUTER apalagi harus INTERNET, mungkin tidak salah karena komputer juga elektronik yang sudah teruji kemampuannya dalam teknologi apalagi digabungkan dengan fasilitas Internet. Dan jika kita membandingkan cara belajar mengajar yang kata orang Konvensional dan Modern; menurut saya keduanya hanya dibatasi seuntai benang saja. Mengapa begitu? Karena dalam teori belajar mengajar khususnya dalam Classroom Management salahsatu pembahasannya adalah White board Management; disini guru / pengajar diharapkan dapat mengefisiensikan papan tulis yang terbatas ukurannya tetapi dapat difungsikan semaksimal mungkin. Kita pun tahu saat ini papan tulis elektrik banyak digunakan dan dapat lebih mempermudah pengajar melaksanakan tugasnya. Sama halnya fungsi dari Internet yang kemudian menjadi populer yang difungsikan sebagai sarana pendidikan pada tahun 1990an; yang tujuannya tidak lain adalah sekolah virtual 24 jam tanpa henti untuk melayani para siswa khususnya siswa dalam memecahkan masalah mereka yaitu lokasi yang berada dalam belah dunia lain dapat langsung mengakses situs webnya dan mengikuti pendidikan hanya dari komputer dan dapat berkomunikasi secara langsung tanpa adanya hambatan (idealnya). Kelas Konvensional (kelas formal dengan pengajar hadir secara fisik didalamnya) pun menawarkan hal yang sama interaksi langsung tanpa hambatan.

Salah satu implementasi dari konsep belajar jarak jauh dengan media Internet telah dilakukan sejak 2001 di malaysia hasil kerjasam IBUteledukasi dengan Universitas Tun Abdul Razak yang menawarkan empat jenjang gelar akademis mulai dari diploma hingga doktorat yang dapat diakses pada

IBUteleduksi juga menyediakan fasilitas materi yang dapat diperoleh dalam bentuk modul kaset rekaman sampai ke format compact disk (CD) (Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM dalam bukunya e-education konsep, teknologi dan aplikasi Internet pendidikan, 2002).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: