Bagian tiga

30 Dec

Dari e sampai i-education

Sistem e-education kurang menarik bila tidak mampu berinteraksi akan sangat membosankan karena dalam proses belajar mengajar pelajar memerlukan feedback untuk mengetahui apakah mereka telah berhasil dalam pembelajaran mereka; maka terlahirlah interactive education (i-education).

Apakah yang diperlukan dalam i-education?

Teknologi multimedia menjadi jawaban dalam interactive education untuk saat ini dengan mengkombinasikan teks, gambar, grafik, animasi, suara dan video. Teknologi multimedia ini masih terus dikembangkan dan masih memerlukan software-software untuk memenuhi kebutuhan perkembangan multimedia. Kekurangan fasilitas pendukung untuk hal spesifik yang diharapkan merupakan kendala yang harus dicarikan jawabannya dan kurangnya SDM yang memadai juga kendala yang kesekian karena mereka diperlukan dalam penyajian tatawarna, tatagaris, daya tarik, sistematika materi, tata suara dan lain-lain. Saat ini banyak webhosting yang menawarkan webhosting gratis tetapi mereka pun hanya memberikan fasilitas yang terbatas bagi pengguna. Dari semua hal yang telah kita bicarakan dalam bagian satu, dua, dan tiga diperlukan sistem, sarana, dan aplikasi e-education.

Sistem multimedia telah dikembangkan sejak tahun 1960an bersamaan dengan perluasan teknologi pertelevisian dan kepemilikan televisi. Materi ajar direkam ke dalam kaset video dan diputar pada stasiun televisi; hal ini pun mulai diikuti oleh Departemen Pendidikan Nasional yang bekerja sama dengan pemerintah Jerman dalam pengembangan TVEducation.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: