Archive | January, 2009

WebQuest

14 Jan

Lomba IT dalam diselenggarakan rangka HUTBadiklat Dephan ke 23; yang akan di tutup tgl 30 Januari 2009. Saya mencoba membuatnya dengan template classic webquet. Webquest saya dapat diakses pada MyWebQuest.

Advertisements

Progja Pusdiklat Bahasa 2009

13 Jan

Anda dapat mengakses program kerja Pusdiklat Bahasa khususnya Kursus Bahasa sepanjang tahun 2009. Silakan click disini.

VPN

12 Jan

on Desember 19th, 2008 09:45

Good morning Mina. Let me try to describe what VPN is. VPN stands for Virtual Private Network. Until now there has always been a clear division between public and private networks. A public network, like the public telephone system and the internet, is a large collection of unrelated peers that exchange information more or less freely with each other. The people with access to the public network may or may not have anything in common, and any given person on that network may only communicate with a small fraction of his potential users. A private network is composed of computers owned by a single organization such as Badiklat Dephan that share information specifically with each other. They’re assured that they are going to be the only ones using the network, and that information sent between them will only be seen by others in the group. The typical corporate LAN Pusdiklat Bahasa or WAN Badiklat is an examples of a private network. The line between a private and public network has always been drawn at the gateway router, where a company will erect a firewall to keep intruders from the public network out of the private network, or to keep their own internal user from perusing the public network. A virtual private network(VPN) is a way to simulate a private network over a public network, such as the internet. It is called “virtual” because it depends on the use of virtual connections-that is temporary connections that have no real physical presence, but consist of packets routed over various machines/computers on the Internet. Secure virtual connections are created between two machines, a machine and a network, or two networks. Using the Internet for remote access saves a lot of money. We will be able to dial in whenever our Internet service provider(ISP) has a point-of-presence(POP). If we choose an ISP with nationwide POPs, there’s a good chance our LAN will be a local phone call anyway. Ok Mina, I know that you will be AAELC ‘ student next year . It is a good chance for you to increase your capability in teaching. Using IP phone, although you are in Australia, we still can communicate each other. Good luck !!. For everybody I would like to say Marry Christmas and Happy New Year 2009.

SUPRAPTO

KOLONEL SUS 511276

Cool Edit

9 Jan

Banyak materi ajar di Pusdiklat Bahasa masih dalam format konvensional khususnya file-file Listening masih tersimpan dalam format kaset (pita), bahkan ada yang masih dalam format reel (pita besar). File audio tersebut dapat di ubah dalam format mp3 untuk menghemat space penyimpanan karena file ini cukup kecil.

Cool Edit

Pealihan file konfensional ke dalam digital, materi audio (kaset) menggunakan program COOL EDIT mungkin menjadi salah satu jawaban karena progam berbasis software ini memiliki fasilitas aplikasi perekam, editor, dan pengolahan suara. Saat Anda merekam audio ke dalam komputer, maka software ini diperlukan. Langkah-langkah yang harus dilakukan:

Dasar merekam dengan Cool Edit

1) Persiapkan materi anda (dalam contoh ini kita menggunakan perekam kaset mono).

2) Nyalakan komputer.

3) Open (buka) “Cool Edit Pro”- dan sekarang layar menjadi gelap (berwarna hitam) (jika tidak, tekan tombol panjang dengan gelombang berwarna hijau/kuning padak pojok kiri atas – inilah yang disebut tombol multitack switch).

(Menyederhanakan tampilan penggunaan Cool Edit)

4) Buka “File” di bar kiri atas. Pilihlah “New”.

5) Pilih “44.100” atau contoh yang lebih rendah daripada itu (kami masih melakukan riset tentang hal ini – anda akan menerima informasi lanjutannya kemudian)

Sedangkan mengenai tingkat solusi, pilih “16 bits” dan jika anda bekerja dengan kaset perekam Marantz, tekanlah juga “mono”. Tekan “ok”. Sekarang perekam dua track sudah muncul.

6) Open (buka) VU-meter dengan melakukan double click pada slim black window (jendela hitam kecil) di bagian bawah tampilan penggunaan Cool Edit.

7) Sesuaikan level VU pada mixer (aux fader). Jagalah tingkatan level Cool Edit pada posisi max.- 6

8) Pastikan tape cuplikan siap di kaset perekam.

9) Mulailah merekam – dengan menekan tombol merah yang ada pada bagian tape pengontrol yang terdapat di pojok kiri bawah dari Cool Edit.

10) Mulailah tape yang berada pada cassette player.

11) Buka “File” (bar teratas, di sebelah kiri). Tekan “Save as”. Browse ke “My documents”. Buatlah sebuah folder dengan nama “Sound files only” – jika sebelumnya folder tersebut belum ada. Namakanlah file dengan nama yang jelas dan mudah dikenal.

12) Tekan “ok” setelah selesai menuliskan nama file.

Kesimpulan

File mp3 adalah file yang cukup kecil dan dapat disimpan dalam flashdisck, cd, atau mp3 player. Maka kaset konfensional yang banyak tersebut dapat dikondensi dalam paket yang handy. File ini pun dapat lebih mudah disalin oleh pengguna.

Web’n Walk Box VS Radio Frekuensi

3 Jan

Pengalaman beberapa kali mendapat kesulitan dalam mensosialisasikan internet kepada siswa khususnya siswa yang bertugas di daerah yang jauh dari ibukota Negara atau ibukota propinsi; kendala lain adalah bahwa biaya mengakses internet masih terasa mahal dan ada beberapa teknologi yang dapat membantu, yaitu:

Web’n Walk Box Modem Pribadi

Web’n Walk Box yang berfungsi sebagai konektor Wifi pribadi adalah sebuah alat berbentuk kotak yang memberikan fasilitas hotspot pribadi untuk dapat tersambung dengan layanan Internet. Kotak yang ukurannya kurang dari 20 cm meter ini memiliki soket untuk meng-insert sebuah sim card dari provider telepon seluler mana saja yang ada si Indonesia. Alat ini memerlukan empat alat agar dapat berfungsi:

  1. Web’n Walk Box
  2. Sim card yang telah diaktifkan
  3. Adaptor penghubung Web’n Walk Box dengan listrik karena tidak dilengkapi baterai
  4. Kabel penghubung Web’n Walk Box ke computer/laptop

Web’n Walk Box dapat memiliki akses Internet sangat bergantung pada kekuatan sinyal provider dari sim card. Jadi jika sinyal drop down maka begitu juga koneksi Internet alat ini. Dan juga bergantung banyaknya pulsa telepon yang ada.

Saat ini teknologi ponsel CDMA yang memiliki fungsi sebagai modem dapat menggantikan Web’n walk box. Yang kita perlukan:

  1. Ponsel CDMA
  2. Kabel penghubung ponsel ke komputer/laptop

Internet menggunakan frekuensi Radio

Koneksi alat diatas masih bergantung pada besar kecilnya kredit/pulsa pengguna dan juga kekuatan sinyal dengan baik jika pengguna berada jauh dari pemancar provider telepon selulernya. Beberapa tahun lalu (2007) dalam sebuah program TV yang membicarakan alternatif koneksi Internet melalui gelombang frekuensi radio. Teknologi yang satu inipun memerlukan alat tambahan yang besarnya mirip dengan Web’n Walk Box yang dilengkapi pula dengan antena.

Alat yang mirip dengan fungsi penerima sinyal ini tersambung dengan gelombang frekuensi radio, dengan kata lain alat ini lebih bermanfaat dan dapat digunakan pada dearah yang belum terjangkau dengan sambungan telepon sekalipun. Menurut si pembicara pengguna tidak perlu membayar tagihan telepon tetapi hanya cukup membayar layanan berlangganan dari komunitas sesama pengguna yang cukup murah. Beberapa tempat (desa) di Jawa tengah telah memanfaatkan teknologi sederhana dan murah ini.

Sepertinya ini adalah teknologi yang menarik, tetapi sayangnya saya lupa nama dari alat tersebut; jika pembaca ada yang mengetahui mungkin kita bisa berkomunikasi tentang alat tersebut. Sebelumnya terima kasih.