Web’n Walk Box VS Radio Frekuensi

3 Jan

Pengalaman beberapa kali mendapat kesulitan dalam mensosialisasikan internet kepada siswa khususnya siswa yang bertugas di daerah yang jauh dari ibukota Negara atau ibukota propinsi; kendala lain adalah bahwa biaya mengakses internet masih terasa mahal dan ada beberapa teknologi yang dapat membantu, yaitu:

Web’n Walk Box Modem Pribadi

Web’n Walk Box yang berfungsi sebagai konektor Wifi pribadi adalah sebuah alat berbentuk kotak yang memberikan fasilitas hotspot pribadi untuk dapat tersambung dengan layanan Internet. Kotak yang ukurannya kurang dari 20 cm meter ini memiliki soket untuk meng-insert sebuah sim card dari provider telepon seluler mana saja yang ada si Indonesia. Alat ini memerlukan empat alat agar dapat berfungsi:

  1. Web’n Walk Box
  2. Sim card yang telah diaktifkan
  3. Adaptor penghubung Web’n Walk Box dengan listrik karena tidak dilengkapi baterai
  4. Kabel penghubung Web’n Walk Box ke computer/laptop

Web’n Walk Box dapat memiliki akses Internet sangat bergantung pada kekuatan sinyal provider dari sim card. Jadi jika sinyal drop down maka begitu juga koneksi Internet alat ini. Dan juga bergantung banyaknya pulsa telepon yang ada.

Saat ini teknologi ponsel CDMA yang memiliki fungsi sebagai modem dapat menggantikan Web’n walk box. Yang kita perlukan:

  1. Ponsel CDMA
  2. Kabel penghubung ponsel ke komputer/laptop

Internet menggunakan frekuensi Radio

Koneksi alat diatas masih bergantung pada besar kecilnya kredit/pulsa pengguna dan juga kekuatan sinyal dengan baik jika pengguna berada jauh dari pemancar provider telepon selulernya. Beberapa tahun lalu (2007) dalam sebuah program TV yang membicarakan alternatif koneksi Internet melalui gelombang frekuensi radio. Teknologi yang satu inipun memerlukan alat tambahan yang besarnya mirip dengan Web’n Walk Box yang dilengkapi pula dengan antena.

Alat yang mirip dengan fungsi penerima sinyal ini tersambung dengan gelombang frekuensi radio, dengan kata lain alat ini lebih bermanfaat dan dapat digunakan pada dearah yang belum terjangkau dengan sambungan telepon sekalipun. Menurut si pembicara pengguna tidak perlu membayar tagihan telepon tetapi hanya cukup membayar layanan berlangganan dari komunitas sesama pengguna yang cukup murah. Beberapa tempat (desa) di Jawa tengah telah memanfaatkan teknologi sederhana dan murah ini.

Sepertinya ini adalah teknologi yang menarik, tetapi sayangnya saya lupa nama dari alat tersebut; jika pembaca ada yang mengetahui mungkin kita bisa berkomunikasi tentang alat tersebut. Sebelumnya terima kasih.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: